The Discourse of Dual Citizenship in Indonesia: Legal Politics and Human Rights Under Law No. 12/2006

Main Article Content

Adlyn Adrian

Abstract

Globalization has significantly impacted societal perspectives on citizenship, especially within diaspora communities. From their viewpoint, dual citizenship can raise issues related to loyalty, identity, and potential conflicts of interest. This study aims to explore the dilemmas surrounding the implementation of dual citizenship from the perspectives of legal-political theory and human rights, as outlined in Law No. 12 of 2006. Using a literature-based approach, this research involves gathering and analyzing existing scholarly works, including academic articles, books, reports, and other publications, to build a foundational understanding and support the research objectives. This study is grounded in legal pluralism and cosmopolitan citizenship theory, which are used to analyze the coexistence of multiple citizenship allegiances and the complex relationship between individual rights and state sovereignty. These frameworks provide insights into how dual citizenship aligns or conflicts with the fundamental principles of Pancasila, Indonesia’s ideological foundation. Finding this study highlight that dual citizenship, when viewed from an empirical standpoint, underscores significant human rights considerations, especially in protecting individual rights and addressing injustices. Although Indonesia generally upholds the principle of single citizenship, the implementation of Law No. 12 of 2006 signals a shift towards allowing dual citizenship, albeit with restrictions, primarily for children born from mixed marriages. Within this ideological framework, the application of dual citizenship raises questions about its alignment with Pancasila’s core values. The conclusions of this study emphasize the central role of political perspectives and human rights considerations in the debate on dual citizenship. 

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

The Discourse of Dual Citizenship in Indonesia: Legal Politics and Human Rights Under Law No. 12/2006. (2026). Lex Et Praxis Journal : A Peer-Reviewed Journal of Legal Studies and Practice, 1(1). https://lexetpraxisjournal.org/jlsp/article/view/2

References

Adnyana, K. R. T. (2022). Kedaulatan Negara Dalam Hukum Internasional. Jurnal Pacta Sunt Servanda, 3(2), 32–41. https://ejournal2.undiksha.ac.id/index.php/JPSS/article/view/1412/687

Alisjahbana, A. S., & Murniningtyas, E. (2018). Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia (2nd ed.). Unpad Press. https://sdgcenter.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2020/04/Tujuan-Pembangunan-Berkelanjutan-SDGs-di-Indonesia_compressed.pdf

Arief, S. A. (2020). Mengurai Kewarganegaraan Ganda (Dual Citizenship) Di Indonesia Dalam Perspektif Hak Asasi Manusia Dan Negara Kesejahteraan. SASI, 26(4), 527–539. https://doi.org/10.47268/sasi.v26i4.269

Bahagijo, S., & Nababan, A. (2014). Hak Asasi Manusia (Tanggung Jawab Negara, Peran Institusi Nasional dan Masyarakat)”, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. KOMNAS HAM, 157.

Charity, M. L. (2016). Urgensi Pengaturan Kewarganegaraan Ganda Bagi Diaspora Indonesia. Jurnal Konstitusi, 13(4), 809. https://doi.org/10.31078/jk1346

Davit Setyawan. (2014). STATUS HUKUM KEWARGANEGARAAN “ANAK” HASIL PERKAWINAN CAMPURAN. KPAI. https://www.kpai.go.id/publikasi/artikel/status-hukum-kewarganegaraan-anak-hasil-perkawinan-campuran

Dilahwangsa, Z. (2022). Pembentukan Wacana Dwi Kewarganegaraan oleh Komunitas Diaspora Indonesia dalam Perspektif Teori Identitas Sosial. Kajian, 27(1), 43–56.

DPR. (2020). RUU Dwi Kewarganegaraan Harus Dikaji Mendalam. Sekretariat Jenderal DPR RI. https://www.dpr.go.id/berita/detail/id/30939/t/RUU+Dwi+Kewarganegaraan+Harus+Dikaji+Mendalam

Elan, Situmeang, A., & Girsang, J. (2022). Efektivitas Undang-Undang Ite Dalam Menangani Ujaran. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha, 10(3), 83–100.

Firmansyah, F. (2021). Perubahan Konstitusi: Dinamika Politik Dan Hukum Dalam Negara Yang Demokratis. Istinbath: Jurnal Hukum, 18(2), 313–314. https://e-journal.metrouniv.ac.id/index.php/istinbath/article/view/3629

Gayo, A. A. (2019). Problematika Status Kewarganegaraan Anak Melampaui Batas Usia 21 Tahun (Studi Kasus Provinsi Bali). Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 19(3), 269–284.

Ginanjar, D., Fajar Firdausyi, M., Suswandy, S., Tresna Andini, N., Program Studi PPKN, D., PGRI Sukabumi, S., Karamat No, J., Gunungpuyuh, K., Sukabumi, K., & Barat, J. (2022). Perlindungan HAM dalam Era Digital: Tantangan dan Solusi Hukum. Journal on Education, 04(04), 2080–2094.

Hakim, R. N. (2021). Polemik Pejabat yang Berkewarganegaraan Ganda, dari Arcandra Tahar hingga Bupati Sabu Raijua. KOMPAS. Com. https://nasional.kompas.com/read/2021/02/03/15434031/polemik-pejabat-yang-berkewarganegaraan-ganda-dari-arcandra-tahar-hingga

Hermanto, B. (2022). Reformulasi Undang-Undang Kewarganegaraan Indonesia: Perspektif Politik Hukum, Problematika, dan Prospek Pengaturan. Jurnal Legislasi Indonesia, 19(2), 209–230.

Hidayati, N. (2016). Kewarganegaraan Ganda Di Indonesia Dalam Persfektif Negara Hukum. Jurnal Pengembangan Humaniora, 16(1).

Isharyanto. (2016). Teori Hukum Suatu Pengantar Dengan Pendekatan Tematik. WR.

Kemenkumham Republik Indonesia. (2012). PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2012. In Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Issue 1370).

Kemenristekdikti. (2016). Pendidikan Kewarganegaraan (I). Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.

Khoirunnisa, K., & Jubaidi, D. (2023). Political Configuration of Law in Law Enforcement in Indonesia. Ilomata International Journal of Social Science, 4(4), 560–576. https://doi.org/10.52728/ijss.v4i4.880

Mahfuz, A. L. (2020). Faktor Yang Mempengaruhi Politik Hukum Dalam Suatu Pembentukan Undang-Undang. Jurnal Kepastian Hukum Dan Keadilan, 1(1), 43. https://doi.org/10.32502/khdk.v1i1.2442

MD, M. M. (1999). Pergulatan Politik dan Hukum Di Indonesia. Gema Media.

Mia Kusuma Fitriana. (2015). Peranan Politik Hukum Dalam Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan Di Indonesia Sebagai Sarana Mewujudkan Tujuan Negara. Jurnal Legislasi Indonesia, 12(02), 1–27.

Nasution, B. J. (2017). Negara Hukum Dan Hak Asasi Manusia. Mandar Maju.

Nurhidayati, N. (2018). Kebijakan Pemerintah Dalam Kepemilikan Rumah Tempat Tinggal Bagi Orang Asing Dan Kewarganegaraan Ganda. Jurnal Administrasi Kantor, 6(1), 23–32.

Paramita, D. (2017). Kasus Kewarganegaraan Ganda Di Indonesia. GuruPPKN.Com. https://guruppkn.com/contoh-kasus-kewarganegaraan-ganda

Prameswari, Z. W. A. W. (2020). Kewarganegaraan Ganda Bagi Warga Negara Indonesia. UNAIR News. https://news.unair.ac.id/2020/02/17/kewarganegaraan-ganda-bagi-warga-negara-indonesia/?lang=id

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. (1999). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. In Komnas Ham (Issue 39).

Rajab, A. (2017). Peran Perubahan Undang-Undang Kewarganegaraan dalam Mengakomodir Diaspora untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat. Jurnal Konstitusi, 14(3), 530–552.

Sibuea, H. Y. P. (2016). Wacana Penerapan Kewarganegaraan Ganda di Indonesia. Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI, 1–4.

Sugiyar. (2017). Demokrasi Dan Hak Asasi Manusia Dalam Masyarakat Multikultural. Jurnal Pendidikan Agama Islam P, 3(1), 51–68. http://jurnal.yudharta.ac.id/v2/index.php/pa

Sukmawaty, S. . (2016). Kepulauan Riau Sebagai Daerah Perbatasan Dengan Masalah Kewarganegaraan Ganda Terbatas. Jurnal Selat, 3(2), 411-450.

Sumiati, M., & Mardjuki, A. (2021). Kewarganegaraan Ganda Perspektif UU No 12 Tahun 2006 Dan Hak Asasi Manusia. Al Qisthas Jurnal Hukum Dan Politik, 11(2), 1–17. https://doi.org/10.37035/alqisthas.v11i2.3793

Tim ICCE UIN Jakarta. (2020). Demokrasi, Hak Asasi Manusia, dan Mayarakat Madani. Kencana.

Wilonotomo, & Fatcahya, R. D. (2018). Analisis Tindakan Administratif Keimigrasian Terhadap Warga Negara Asing Di Indonesia. Jurnal Ilmiah Kajian Keimigrasian, 1(1), 97–108.

Wismabrata, M. H. (2019). Cerita Enzo, Taruna Akmil Keturunan Perancis, Fasih 4 Bahasa hingga Jago Ngaji. KOMPAS.Com. https://regional.kompas.com/read/2019/08/07/06520091/cerita-enzo-taruna-akmil-keturunan-perancis-fasih-4-bahasa-hingga-jago-ngaji?page=all

Yoyon M. Darusman. (2000). Kajian Yuridis Dualisme Kewarganegaraan Dalam Undang-Undang Nomor : 12 Tahun 2006 Tentang Kewarganegaraan. Kajian Yuridis Dualisme Kewarganegaraan Dalam Undang-Undang Nomor : 12 Tahun 2006 Tentang Kewarganegaraan, 5(1), 374. https://jurnal.unigal.ac.id/index.php/galuhjustisi/article/download/233/247

Yunara, A. Y. (2019). Efektivitas Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 dan Pengadilan Hak Asasi Manusia. Al-Dustur, 2(2), 1–21.